thumbnail

Konsep Dasar Ekonomi

 


  1. Kelangkaan (Scarcity) – Keterbatasan sumber daya vs. kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

  2. Pilihan (Choice) – Keputusan yang diambil akibat kelangkaan.

  3. Biaya Peluang (Opportunity Cost) – Nilai alternatif terbaik yang dikorbankan saat memilih suatu opsi.

  4. Skala Prioritas – Urutan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingan.

  5. Sumber Daya Ekonomi (Faktor Produksi) – Tanah, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.

  6. Permintaan (Demand) – Jumlah barang yang ingin dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga.

  7. Penawaran (Supply) – Jumlah barang yang bersedia dijual produsen pada berbagai tingkat harga.

  8. Hukum Permintaan – Jika harga naik, jumlah permintaan turun (ceteris paribus).

  9. Hukum Penawaran – Jika harga naik, jumlah penawaran naik (ceteris paribus).

  10. Keseimbangan Pasar (Market Equilibrium) – Titik di mana jumlah permintaan = jumlah penawaran.

  11. Harga Keseimbangan – Harga yang terbentuk pada kondisi keseimbangan pasar.

  12. Elastisitas Permintaan – Ukuran respons perubahan jumlah permintaan terhadap perubahan harga.

  13. Elastisitas Penawaran – Ukuran respons perubahan jumlah penawaran terhadap perubahan harga.

  14. Barang Normal dan Inferior – Barang normal (permintaan naik jika pendapatan naik), inferior (sebaliknya).

  15. Barang Substitusi – Barang pengganti (contoh: teh dan kopi).

  16. Barang Komplementer – Barang pelengkap (contoh: mobil dan bensin).

  17. Utilitas (Utility) – Kepuasan yang diperoleh konsumen dari mengonsumsi barang/jasa.

  18. Hukum Utilitas Marginal Menurun – Tambahan kepuasan akan berkurang seiring bertambahnya konsumsi.

  19. Surplus Konsumen – Selisih antara harga maksimum yang bersedia dibayar dengan harga pasar.

  20. Surplus Produsen – Selisih antara harga pasar dengan harga minimum yang bersedia diterima produsen.

  21. Biaya Tetap (Fixed Cost) – Biaya yang tidak berubah terhadap perubahan output.

  22. Biaya Variabel (Variable Cost) – Biaya yang berubah sesuai perubahan output.

  23. Biaya Total (Total Cost) – Jumlah biaya tetap dan biaya variabel.

  24. Biaya Marginal (Marginal Cost) – Tambahan biaya untuk memproduksi satu unit tambahan output.

  25. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue) – Tambahan penerimaan dari menjual satu unit tambahan output.

  26. Laba Maksimum – Kondisi di mana penerimaan marginal = biaya marginal (MR = MC).

  27. Pasar Persaingan Sempurna – Banyak penjual & pembeli, produk homogen, bebas keluar masuk pasar.

  28. Pasar Monopoli – Hanya satu penjual, tanpa barang substitusi dekat.

  29. Pasar Oligopoli – Beberapa penjual besar yang saling memengaruhi.

  30. Pasar Monopolistik – Banyak penjual, produk terdiferensiasi.

  31. Produk Domestik Bruto (PDB) – Nilai total seluruh barang/jasa akhir yang diproduksi di suatu negara.

  32. Produk Nasional Bruto (PNB) – PDB + pendapatan warga negara dari luar negeri – pendapatan asing di dalam negeri.

  33. Pertumbuhan Ekonomi – Peningkatan output riil per kapita dari waktu ke waktu.

  34. Inflasi – Kenaikan harga umum secara terus-menerus.

  35. Deflasi – Penurunan harga umum secara terus-menerus.

  36. Indeks Harga Konsumen (IHK) – Ukuran rata-rata perubahan harga barang/jasa yang dikonsumsi rumah tangga.

  37. Pengangguran – Angkatan kerja yang tidak bekerja tetapi aktif mencari kerja.

  38. Kebijakan Fiskal – Kebijakan pemerintah melalui anggaran (pajak & belanja negara).

  39. Kebijakan Moneter – Kebijakan bank sentral untuk mengatur jumlah uang beredar dan suku bunga.

  40. Uang – Alat tukar, satuan hitung, dan penyimpan nilai.

  41. Permintaan Uang – Jumlah uang yang ingin dipegang masyarakat untuk transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi.

  42. Penawaran Uang – Jumlah uang yang beredar di masyarakat (M1, M2, dll.).

  43. Tingkat Bunga – Harga dari meminjam uang atau imbalan menabung.

  44. Investasi – Pengeluaran untuk barang modal (mesin, pabrik) guna meningkatkan produksi.

  45. Siklus Bisnis – Fluktuasi ekonomi (ekspansi, puncak, kontraksi, resesi, pemulihan).

  46. Kelebihan Permintaan (Excess Demand) – Jumlah permintaan > penawaran pada harga tertentu.

  47. Kelebihan Penawaran (Excess Supply) – Jumlah penawaran > permintaan pada harga tertentu.

  48. Efisiensi Pasar – Alokasi sumber daya yang memaksimalkan surplus total (konsumen + produsen).

  49. Keunggulan Komparatif – Kemampuan memproduksi barang dengan biaya peluang lebih rendah.

  50. Keunggulan Absolut – Kemampuan memproduksi barang dengan lebih efisien (input lebih sedikit).

thumbnail

DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL MANUSIA DENGAN LINGKUNGANNYA

 

A. Pengertian Dinamika Interaksi Sosial

1. Pengertian Dinamika

Dinamika berasal dari bahasa Yunani dynamikos yang berarti kekuatan atau tenaga. Dalam konteks sosial, dinamika diartikan sebagai gerakan atau perubahan yang terjadi dalam masyarakat secara terus-menerus karena adanya interaksi antarindividu, antarkelompok, maupun antara individu dengan kelompok.

2. Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara dua individu atau lebih yang saling memengaruhi, baik melalui kontak sosial maupun komunikasi.

Ciri-ciri interaksi sosial:

  • Jumlah pelaku lebih dari satu orang

  • Ada komunikasi antar pelaku

  • Ada dimensi waktu (masa lalu, sekarang, masa depan)

  • Ada tujuan tertentu yang ingin dicapai

3. Pengertian Dinamika Interaksi Sosial

Dinamika interaksi sosial adalah proses perubahan bentuk, sifat, dan intensitas hubungan antar manusia yang terjadi akibat pengaruh lingkungan, teknologi, nilai, norma, serta sistem sosial yang berkembang di masyarakat.

Faktor-faktor yang memengaruhi dinamika interaksi sosial:

FaktorPenjelasan
ImitasiMeniru perilaku orang lain
SugestiPemberian pengaruh/pandangan
IdentifikasiKecenderungan menjadi sama dengan orang lain
SimpatiRasa tertarik pada orang lain
EmpatiKemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain
MotivasiDorongan dari dalam diri

4. Bentuk Dinamika Interaksi Sosial

BentukJenisContoh
AsosiatifKerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasiGotong royong, musyawarah
DisosiatifPersaingan, kontravensi, konflikTawuran, demo anarkis

B. Perubahan Sosial Ekonomi pada Masa Orde Baru (1966–1998)

1. Latar Belakang Orde Baru

Orde Baru lahir sebagai koreksi terhadap Orde Lama yang dianggap gagal secara ekonomi dan politik pasca G30S/PKI 1965.

2. Karakteristik Pembangunan Orde Baru

  • Pembangunan ekonomi melalui Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun)

  • Stabilitas nasional sebagai prasyarat pembangunan

  • Swasembada beras (1984)

  • Industrialisasi yang berorientasi ekspor

  • Masuknya investasi asing (PMA/PMDN)

3. Keberhasilan Orde Baru di Bidang Sosial Ekonomi

BidangKeberhasilan
PertanianSwasembada beras, revolusi hijau
PendidikanWajib belajar 6 tahun
KesehatanPenurunan angka kematian bayi
InfrastrukturJalan, jembatan, irigasi, listrik desa
EkonomiPertumbuhan ekonomi rata-rata 7% (1980-an)

4. Kelemahan dan Kegagalan Orde Baru

  • KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) merajalela

  • Kesenjangan sosial antara pusat-daerah, kaya-miskin

  • Krisis moneter 1997 yang memicu krisis multidimensi

  • Pembangunan yang tidak berkelanjutan (kerusakan lingkungan)

  • Pembatasan hak politik (demokrasi semu)


C. Perubahan Sosial Ekonomi pada Masa Reformasi (1998–sekarang)

1. Latar Belakang Reformasi

Reformasi muncul akibat krisis ekonomi 1997, jatuhnya nilai rupiah, PHK massal, dan tuntutan demokrasi yang menguat.

2. Tuntutan Reformasi (Tritura Baru)

  • Amandemen UUD 1945

  • Penghapusan Dwi Fungsi ABRI

  • Penegakan hukum dan HAM

  • Otonomi daerah

  • Pemberantasan KKN

3. Perubahan Sosial Ekonomi Era Reformasi

AspekPerubahan
PolitikPemilu langsung, multipartai, kebebasan pers
EkonomiDesentralisasi fiskal, otonomi daerah, UMK
HukumLahirnya KPK, pengadilan Tipikor
SosialMeningkatnya partisipasi masyarakat, LSM berkembang
TeknologiMasuknya internet, digitalisasi layanan publik

D. Dampak Positif Perubahan Sosial pada Era Reformasi

  1. Demokratisasi → Masyarakat bebas berpendapat, pers bebas.

  2. Otonomi daerah → Daerah lebih mandiri mengelola potensi lokal.

  3. Penegakan hukum → Lahirnya KPK, peningkatan kesadaran hukum.

  4. Kebebasan informasi → Masyarakat mudah mengakses berita dan pendidikan.

  5. Perlindungan HAM → Lahirnya Komnas HAM, pengakuan hak minoritas.

  6. Pertumbuhan ekonomi digital → Munculnya startup, e-commerce, fintech.

  7. Peningkatan partisipasi perempuan → Perempuan lebih banyak di parlemen dan posisi strategis.

  8. Kesadaran lingkungan → Banyak gerakan lingkungan hidup dan energi terbarukan.


E. Dampak Negatif Perubahan Sosial pada Era Reformasi

  1. Konflik horizontal → Ambon, Poso, Sampit, Kalimantan (awal reformasi).

  2. Radikalisme dan terorisme → Bom Bali, gereja, polisi.

  3. Polarisasi politik → Perpecahan akibat pemilu dan pilkada.

  4. Hoaks dan ujaran kebencian → Marak di media sosial.

  5. Kesenjangan digital → Akses internet tidak merata.

  6. Konsumerisme → Gaya hidup hedonis, belanja online berlebihan.

  7. Melemahnya nilai gotong royong → Individualisme meningkat.

  8. Penurunan moral remaja → Pergaulan bebas, narkoba, bullying daring.

  9. Komodifikasi budaya → Budaya lokal dikomersialkan tanpa makna asli.


F. Dampak Globalisasi dan Modernisasi pada Perubahan Tatanan Sosial

1. Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah proses integrasi internasional akibat pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek budaya lainnya.

2. Dampak Globalisasi pada Tatanan Sosial

Dampak PositifDampak Negatif
Masyarakat lebih terbukaIndividualisme
Kemudahan akses informasiGaya hidup konsumtif
Kerja sama internasionalWesternisasi budaya
Kesetaraan genderMelemahnya otoritas orang tua
Mobilitas sosial tinggiKriminalitas siber
Munculnya kelas menengahKesenjangan sosial

3. Perubahan Struktur Sosial Akibat Globalisasi

  • Dari masyarakat agraris ke masyarakat industri dan digital

  • Dari keluarga besar ke keluarga inti

  • Dari solidaritas mekanik ke solidaritas organik (Durkheim)

  • Dari status ascribed ke achieved status

4. Dampak Modernisasi pada Lembaga Sosial

LembagaDampak Modernisasi
KeluargaBerkurangnya waktu kebersamaan, peran ganda ibu
PendidikanE-learning, digitalisasi kurikulum
EkonomiMarketplace, fintech, gig economy
AgamaDakwah digital, radikalisme daring
PolitikKampanye digital, politik identitas

G. Dampak Globalisasi pada Perubahan Tatanan Budaya

1. Dampak Positif pada Budaya

  • Akulturasi budaya → Tarian tradisional dikolaborasi dengan musik modern.

  • Pelestarian digital → Budaya lokal didokumentasikan secara digital.

  • Promosi budaya → Budaya Indonesia dikenal dunia (bali, batik, wayang).

  • Kreativitas → Lahirnya karya seni baru hasil perpaduan budaya.

  • Revitalisasi bahasa daerah → Konten media sosial berbahasa daerah.

2. Dampak Negatif pada Budaya

GejalaPenjelasan
WesternisasiMeniru gaya hidup Barat (berpakaian minim, free sex)
Cultural lagKetertinggalan budaya terhadap teknologi
Cultural imperialismDominasi budaya asing (K-Pop, Hollywood)
Hilangnya bahasa daerahGenerasi muda lebih bangga pakai bahasa asing
Krisis identitasMuda-mudi tidak kenal budaya sendiri
Komodifikasi budayaUpacara adat jadi tontonan berbayar
HedonismeGaya hidup mewah, konsumtif

3. Contoh Nyata Perubahan Budaya di Indonesia

Sebelum GlobalisasiSesudah Globalisasi
Makan bersama keluargaMakan sendiri sambil HP
Main di luar rumah (lompat tali, gasing)Main game online di kamar
Berpakaian sopan tertutupBerpakaian minim ala selebgram
Bahasa daerah sehari-hariBahasa gaul, bahasa Inggris, slang
Hormat pada orang tuaLebih dekat dengan teman maya

4. Strategi Menghadapi Dampak Globalisasi pada Budaya

  • Filter budaya → Memilih budaya asing yang positif

  • Revitalisasi budaya lokal → Festival budaya, lomba adat

  • Pendidikan karakter → Penguatan nilai Pancasila di sekolah

  • Digitalisasi budaya → Konten kreatif berbasis budaya lokal

  • Penguatan keluarga → Keluarga sebagai benteng pertama nilai budaya


LATIHAN SOAL

Kelompok 1: Pengertian dinamika interaksi (termasuk faktor, tipe, dan ciri perubahan sosial)

1. Perhatikan pernyataan berikut ini!

  1. Adanya keinginan untuk mengadakan perubahan

  2. Memiliki tujuan yang jelas dan dapat dicapai

  3. Mempunyai tokoh yang dapat menjadi idola di masyarakat

  4. Puas akan situasi dan kondisi yang ada di lingkungannya

  5. Tidak mampu mengatasi permasalahan sehingga mencari solusi

  6. Menolak semua norma dan nilai yang mengekang di masyarakat
    Bentuk-bentuk perubahan sosial budaya yang terjadi dengan cepat di masyarakat ditunjuk oleh nomor ....
    A. 1, 2, dan 3
    B. 2, 4, dan 6
    C. 1, 4, dan 5
    D. 3, 5, dan 6

2. Faktor-faktor pendorong intern yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya adalah
A. kesuburan tanah, keindahan lingkungan alam, peperangan, dan pengaruh percampuran kebudayaan antar masyarakat
B. demografi, pertentangan antargolongan dalam masyarakat sendiri, pemberontakan atau revolusi, dan penemuan baru
C. kontak dengan kebudayaan luar, sistem pendidikan termotivasi dari negara maju, sikap menghargai hasil karya orang lain
D. toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang, sistem kekerabatan tertutup, dan kelompok masyarakat yang heterogen

3. Tipe-tipe perilaku masyarakat di dalam menyikapi perubahan adalah
A. positif dan negatif
B. menerima dan menolak
C. tidak peduli dan peduli
D. terbuka dan tertutup

4. Perubahan sosial budaya pada masyarakat pedesaan dapat disebabkan oleh faktor ...
A. masuknya teknologi pertanian
B. dorongan dari pemerintah
C. meningkatnya kesadaran pemimpin desa
D. masuknya unsur-unsur kebudayaan kota

5. Perhatikan pernyataan di bawah ini:
(1) tidak toleran terhadap kebudayaan lain
(2) kontak dengan kebudayaan lain
(3) penolakan terhadap inovasi baru
(4) laju pertumbuhan penduduk
Pernyataan yang merupakan faktor pendorong perubahan sosial budaya ditunjukkan oleh nomor:
A. (1) dan (3)
B. (2) dan (3)
C. (2) dan (4)
D. (3) dan (4)

6. Perubahan sosial yang tidak diimbangi dengan kesiapan budaya warga masyarakat akan memiliki dampak negatif, yaitu ...
A. munculnya kelas sosial baru
B. menguatnya disintegrasi kelompok
C. terjadinya disorganisasi sosial
D. terbentuknya reorganisasi masyarakat

7. Perubahan sosial budaya yang terlalu cepat sedangkan masyarakat belum siap menerima perubahan tersebut akan menyebabkan terjadinya gejala ...
A. cultural lag
B. cultural focus
C. cultural movement
D. cultural agent

8. Salah satu karakteristik individu yang mampu mendorong perubahan sosial adalah ...
A. memiliki kepribadian yang tertutup dan konservatif
B. selalu puas terhadap hasil yang sudah diperoleh
C. mengutamakan sikap mendahulukan selamat
D. tidak pernah puas terhadap kondisi yang dialami

9. Perubahan sosial pasti terjadi di setiap masyarakat. Namun, tidak semua pihak siap untuk menerima perubahan tersebut. Pernyataan berikut yang menunjukkan penolakan terhadap perubahan sosial adalah... .
A. Demonstrasi masyarakat menuntut reformasi sistem sosial politik nasional dari otoriter menuju demokrasi pada tahun 1997
B. Kecenderungan warga desa usia muda meninggalkan kampung halaman untuk mencari kerja di perkotaan
C. Kecenderungan penggunaan instrumen musik lokal dalam pertunjukan seni populer
D. Internet dianggap sebagai media yang berdampak negatif


Kelompok 2: Perubahan sosial ekonomi pada masa Orde Baru dan Reformasi

1. Keadaan sosial-ekonomi masyarakat Indonesia sebelum peristiwa G.30 S/PKI ialah...
A. harga sandang pangan sangat tinggi dan langka
B. banyaknya gerakan-gerakan demonstrasi rakyat
C. meningkatnya kegiatan ekspor-impor
D. ditetapkannya program Panca Wardana

2. Gerakan kesatuan aksi pasca G.30 S/PKI yang dipelopori mahasiswa menuntut ...
A. dilaksanakannya Trikora
B. dilaksanakannya Tritura
C. dibentuknya Laskar Ampera
D. dibentuknya Orde Baru

3. Skala prioritas perjuangan Reformasi pada periode setelah runtuhnya pemerintah Orde Baru adalah...
A. Pemberantasan Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN)
B. Politik luar negeri yang bertujuan meningkatkan kemandirian bangsa Indonesia
C. Meningkatkan pengketatan kontrol pemerintah pusat terhadap daerah
D. Mengupayakan penanggulangan terhadap dampak ekonomi neo-liberal

4. Masa pemerintahan ORBA berlangsung dari tahun 1966 sampai dengan 1998. Dalam jangka waktu tersebut ekonomi Indonesia berkembang pesat melalui Repelita, swasembada beras dan pemerataan kesejahteraan penduduk. Namun, pada akhir masa pemerintahannya Orde Baru dianggap gagal. Aspek berikut yang paling tepat menunjukkan pernyataan di atas adalah… .
A. Koalisi antar partai – Pemberontakan – Ketidakstabilan ekonomi – Kemiskinan
B. Kebijakan tidak berpihak pada rakyat – Kekuatan modal besar – KKN – Inflasi
C. Kabinet “Gemuk” – Ketidakstabilan politik – Ketidakstabilan ekonomi – Pemberontakan
D. Dominasi dua partai politik – Ketidakstabilan politik – Pemberontakan – Inflasi

5. Pada tahun 1998 bangsa Indonesia mengalami krisis multi-dimensi yang pada hakekatnya menandai perubahan …
A. jatuhnya Orde Lama
B. tatanan sosial ekonomi
C. kabinet gotong royong
D. status sosial masyarakat

6. Salah satu tuntutan Gerakan Reformasi pada tahun 1998 di bidang ekonomi menjelang runtuhnya Orde Baru adalah ...
A. Menentang berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
B. Turunkan Presiden Soeharto
C. Turunkan harga-harga kebutuhan pokok dan bahan pangan
D. Tuntutan pencairan Kredit Likuidasi Bank Indonesia (KLBI)

7. Latar belakang lahirnya Reformasi ditandai dengan krisis ekonomi dan politik pada akhir kekuasaan Orde Baru yang terjadi karena…
A. Pembangunan berlandaskan politik GBHN, partai politik dikendalikan pemerintah
B. Lemahnya fundamental ekonomi, dan reaksi terhadap kekuasaan otoriter
C. Munculnya kekuatan-kekuatan reformasi namun tidak melakukan kritik
D. Merosotnya bantuan pembangunan dari negara-negara donatur dan lembaga kreditor

8. Pengertian Reformasi pada masa berakhirnya pemerintahan Orde Baru adalah
A. pergantian sistem pemerintahan di Indonesia dari sistem presidensil menjadi parlementer
B. gerakan perbaikan penyelenggaraan kenegaraan di bidang politik, sosial, ekonomi, dan hukum
C. pergantian sistem pemilihan kepala negara dari tidak langsung menjadi langsung
D. memperluas hak daerah untuk menentukan sendiri para kepala daerahnya melalui undang-undang otonomi daerah

9. Pengunduran diri Soeharto dari jabatan sebagai presiden RI pada 21 Mei 1998 dilatarbelakangi oleh …
A. menguatnya tuntutan rakyat untuk pelaksanaan reformasi politik
B. menurunnya kesehatan Soeharto sehingga mengganggu pelaksanaan tugasnya
C. tidak terpilihnya kembali Soeharto sebagai presiden oleh MPR pasca Pemilu 1997
D. kegagalan Presiden Soeharto membentuk kabinet yang terdiri dari para teknokrat

10. Perhatikan pernyataan berikut ini!
(1) Krisis ekonomi global yang awalnya terjadi di Thailand awal Juli 1997
(2) Peningkatan jumlah pengangguran karena bangkrutnya perusahaan
(3) Terjadinya praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme oleh pejabat pemerintah
(4) Kerusuhan sosial yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia
Pernyataan yang menunjukkan faktor sosial pendorong munculnya gerakan reformasi di Indonesia pada tahun 1998 adalah … .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4

11. Perubahan sosial ekonomi pada masa Orde Baru dan Reformasi ditunjukkan oleh pernyataan bahwa pada masa Orde Baru teknologi industri dan pertanian lebih diarahkan ke bentuk padat karya daripada ke bentuk padat modal. Hal ini disebabkan oleh faktor diantaranya …
A. kemampuan industri Indonesia masih terbatas karena kurangnya investasi dari negara lain
B. golongan muda sudah tidak mau bekerja sebagai petani dan banyak yang memilih bekerja di pabrik
C. industri dianggap salah satu solusi penyelesaian masalah tingginya angka pengangguran
D. keahlian pekerja Indonesia masih terbatas, sehingga dibutuhkan teknologi pengolahan sederhana


Kelompok 3: Dampak positif dan negatif perubahan sosial era Reformasi

1. Bentuk perubahan sosial budaya yang berpengaruh positif terhadap perilaku kalangan remaja adalah ...
A. berubahnya gaya hidup menjadi lebih konsumtif
B. memanfaatkan setiap peluang untuk bisa maju
C. membangun kelompok untuk mencapai kepentingan pribadi
D. memanfaatkan kedudukan dan jabatan orang tua

2. Contoh perilaku negatif yang diakibatkan oleh perubahan sosial budaya adalah ...
A. meniru gaya berpakaian artis
B. makan di restoran cepat saji
C. menggunakan internet
D. meniru gaya berpakaian minim

3. Dampak globalisasi terhadap tata kelakuan masyarakat sehari-hari adalah ...
A. meningkatnya pemakaian teknologi informasi
B. melemahnya kepatuhan terhadap norma hukum
C. berkurangnya penghargaan terhadap kebudayaan sendiri
D. semakin merebaknya sikap anti pemerintah

4. Contoh manfaat globalisasi bagi kemajuan masyarakat adalah ...
A. sikap terbuka dan demokratis
B. kompetisi dan konflik
C. terbentuknya masyarakat trans-nasional
D. munculnya elite politik baru

5. Salah satu tantangan globalisasi terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat adalah ...
A. semakin terbentuknya the borderless world
B. lalu lintas barang dan jasa berlangsung cepat
C. masuknya paham yang mempengaruhi integrasi bangsa
D. masuknya berbagai teknologi yang berbasis ilmu pengetahuan

6. Dampak negatif globalisasi pada struktur sosial ekonomi masyarakat Jepang adalah…
A. Jepang semakin mengalami kesulitan dalam memasarkan produk dan teknologinya ke seluruh dunia
B. Sulitnya mendapatkan tenaga kerja kasar terlatih dari negara Asia Tenggara
C. Intervensi produk China berpengaruh terhadap ekspor produk Jepang
D. Meningkatnya budaya konsumerisme generasi muda Jepang

7. Kemunculan sarana transportasi berbasis aplikasi online membuat masyarakat berubah perilaku dari menggunakan transportasi massal menjadi transportasi umum roda dua (ojek). Perubahan tersebut dipengaruhi oleh:
(1) mahalnya harga kendaraan
(2) macetnya jalanan di kota besar
(3) sulitnya akses transportasi publik
(4) kemajuan teknologi ponsel
Pernyataan di atas yang benar ditunjukkan pada nomor...
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 1 dan 4

8. Pergeseran perilaku berbelanja dari langsung menjadi tidak langsung melalui media internet terjadi karena...
A. variasi barang yang dijual lebih banyak
B. dinilai praktis dan efisien
C. harganya relatif lebih murah
D. mudah bisa diakses dimana saja


Kelompok 4: Dampak globalisasi dan modernisasi terhadap perubahan tatanan sosial dan budaya

1. Perhatikan pernyataan berikut ini!

  1. Perubahan mengarah ke hal yang positif

  2. Penggunaan teknologi yang canggih

  3. Terbuka untuk kerjasama antar bangsa

  4. Mengarah ke individualisme

  5. Selalu menerima kritik yang membangun

  6. Berorientasi kepada masa depan
    Ciri-ciri globalisasi ditunjuk oleh nomor .
    A. 1, 2, dan 3
    B. 1, 2, dan 6
    C. 3, 4, dan 5
    D. 4, 5, dan 6

2. Faktor-faktor pendorong perubahan sosial yang berasal dari agen perubahan adalah .
A. mudahnya masyarakat dalam menerima kebiasaan-kebiasaan baru
B. meningkatnya angka partisipasi sekolah di setiap jenjang pendidikan
C. visi ke depan dan komitmennya terhadap kemajuan masyarakat
D. ikatan sosial yang kuat serta penegakkan norma kelompok yang ketat

3. Teknologi informasi adalah salah satu faktor pendorong arus globalisasi. Kini, setiap orang dapat saling memberi dan menerima kabar dari dan ke wilayah manapun di penjuru bumi melalui jaringan internet. Kemajuan di bidang transportasi juga membuat perpindahan barang dan penumpang semakin cepat. Seolah-olah ada kekaburan batas jarak dan waktu. Pernyataan berikut yang paling tepat dalam menyimpulkan wacana di atas
A. kemajuan teknologi dan informasi adalah dampak utama dari globalisasi
B. tanpa internet tidak ada globalisasi
C. globalisasi membuat interaksi sosial tatap muka kehilangan makna
D. teknologi informasi dan transportasi mempercepat perkembangan globalisasi

4. Demam piala dunia merupakan salah satu fenomena globalisasi. Salah satunya ditandai dengan pengidolaan Tim Sepak bola Negara lain oleh pecinta Sepakbola di Indonesia. Hal ini merupakan contoh gejala globalisasi yang disebut
A. refleksi global
B. fenomena global
C. reaksi global
D. identitas global

5. Perhatikan pernyataan berikut ini!
(1) Peningkatan kualitas guru karena harus mengubah cara mengajar yang konvensional sekarang menggunakan teknologi
(2) Siswa lebih inovatif dalam mengembangkan ilmu karena didorong informasi yang massif dari luar
(3) Merebaknya tindak plagiarisme di kalangan pendidik untuk mengejar target karir kepangkatan guru dan dosen
(4) Kemudahan dalam mengakses informasi Pendidikan
(5) Kemunduran moral siswa karena menyerap informasi budaya dari negara lain
(6) Fenomena komersialisasi pendidikan yang mengedepankan biaya daripada kualitas pembelajaran
Dampak positif Globalisasi pada bidang Pendidikan ditunjukan oleh pernyataan … .
A. 1), 2) dan 3)
B. 1), 3) dan 6)
C. 1), 2) dan 4)
D. 2), 3) dan 5)

6. Globalisasi mendorong terjadinya revolusi industri 4.0 yang mengharuskan individu tidak hanya memiliki literasi dasar (membaca, tulis, hitung) namun juga memiliki kemampuan kerjasama dalam tim dan kepemimpinan. Literasi yang dimaksud adalah ….
A. teknologi
B. humanistik
C. statistik
D. finansial

7. David Mc.Lealland berpendapat bahwa salah satu cara untuk membangun sikap mental modern adalah dengan memupuk Need for Achievement (N.Ach), berupa virus untuk mengajak individu berprestasi. Manakah di antara pernyataan berikut yang mendukung wacana tersebut?
A. semangat berprestasi merupakan syarat kemajuan suatu bangsa
B. semangat berprestasi merupakan simbol keangkuhan individu
C. kompetisi dalam memperebutkan juara terbaik bukti bahwa manusia egois
D. memupuk mental berprestasi hanya tanggung jawab sekolah saja

8. Menurut Koentjaraningrat, salah satu sikap mental yang perlu dimiliki bangsa Indonesia untuk menjadi manusia modern adalah disiplin dan memiliki etos kerja keras. Manakah pernyataan di bawah ini yang tidak mendukung wacana tersebut?
A. Datang tepat waktu ke sekolah adalah sikap awal pembentukan kepribadian
B. Rajin mengerjakan tugas sekolah tidak berkorelasi dengan pembentukan kepribadian
C. Belajar berbagai keterampilan merupakan modal untuk menjadi manusia modern
D. Aktif dalam berbagai organisasi intra-ekstra kurikuler bermanfaat untuk masa depan

9. Hadirnya budaya cosplay (meniru pakaian atau atribut ala tokoh komik Jepang) di kalangan generasi muda merupakan gejala adanya proses sosial....
A. sugesti
B. identifikasi
C. imitasi
D. simpati

10. Dalam konteks pewarisan budaya, pernyataan yang tepat di bawah ini adalah...
A. melestarikan kesenian daerah merupakan kewajiban putra-putri daerah
B. mempelajari berbagai kesenian daerah adalah wujud kecintaan tanah air
C. melestarikan kebudayaan Indonesia berarti turut melestarikan upaya integrasi bangsa
D. mempelajari dan melestarikan kebudayaan Indonesia tugas dari lembaga pendidikan

11. Faktor yang membedakan pewarisan budaya dalam keluarga pada masyarakat modern dan tradisional adalah…
A. masyarakat tradisional menggunakan telepon, radio, dan televisi
B. masyarakat modern mengajarkan nilai-nilai melalui cerita rakyat
C. masyarakat tradisional menggunakan media untuk menyampaikan informasi
D. masyarakat modern menggunakan teknologi komunikasi dan informasi yang bersifat canggih

12. Salah satu dampak modernisasi terhadap lembaga ekonomi dewasa ini adalah munculnya…
A. money changer
B. online market
C. Automatic Teller Machine
D. Stock exchange